Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang

Authors

  • Hafidz Maulana Syamputra Sultan Ageng Tirtayasa University image/svg+xml Author
  • Arga Satrio Prabowo Sultan Ageng Tirtayasa University image/svg+xml Author
  • Alfiandy Warih Handoyo Sultan Ageng Tirtayasa University image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.59435/jimnu.v4i3.740

Keywords:

kematangan karier, ekstrakurikuler, siswa madrasah aliyah

Abstract

Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier.

Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, S. M. (2023). The meta-analysis study: Career decision making self-efficacy and career maturity. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 25(1), 1–16. DOI: https://doi.org/10.26486/psikologi.v25i1.3254

Azhari, M. B., Wibowo, A., & Febriantina, S. (2024). Student career maturity: The role of self-efficacy and internal locus of control. Jurnal Pendidikan Ekonomi, Perkantoran, dan Akuntansi, 5(2), 282–290. DOI: https://doi.org/10.21009/jpepa.0502.03

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Febriyanti, F., & Aminudin, D. (2022). Kontribusi self-efficacy dengan kematangan karier siswa. Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa, 2(2). DOI: https://doi.org/10.30998/ocim.v2i2.8084

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Praptiwi, Y., Rahman, D. H., & Multisari, W. (2022). Kontribusi perspektif waktu masa depan dan locus of control internal terhadap kematangan karier siswa SMA. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 2(5), 491–510. DOI: https://doi.org/10.17977/um065v2i52022p491-510

Prayoga, D., Naqiyah, N., Khusumadewi, A., Nuryono, W., & Oktaviana, D. (2024). Career maturity in high school students: The interplay of self-efficacy and locus of control. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 13(2), 179–195. DOI: https://doi.org/10.15294/dr981972

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

Super, D. E. (1972). Measuring vocational maturity for counseling and evaluation. College Entrance Examination Board.

Yusup, F. (2018). Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 17–23. DOI: https://doi.org/10.18592/tarbiyah.v7i1.2100

Published

28-11-2026

How to Cite

Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU), 4(3), 350-356. https://doi.org/10.59435/jimnu.v4i3.740