Public Preferences In Choosing Fracture Treatment In Laucimba Village, Kabanjahe District
DOI:
https://doi.org/10.59435/jimnu.v3i3.660Keywords:
perception, society, fracture treatment, preference, rational choiceAbstract
This study aims to determine the perceptions and reasons or factors underlying community preferences in choosing fracture treatment in Laucimba Village, Kabanjahe District. The study was conducted in Laucimba Village using a qualitative descriptive method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that traditional medicine has a more dominant positive perception compared to modern medicine, traditional medicine is considered more affordable in terms of cost, comfort, and a relatively faster healing process. Meanwhile, modern medicine is perceived as a more certain and safe treatment because it is supported by medical examinations and professional health workers, but some people consider this treatment expensive and high risk because it requires surgery. Community preferences are generally influenced by factors such as cost, distance and accessibility, personal experience, and the influence of family and social environment. Community decision-making in choosing fracture treatment is a rational action that is adjusted to conditions, needs, and beliefs
Downloads
References
Arisnawati, A. Z., & Iskandar, R. (2019). Pengaruh Terapi Musik Klasik Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur Di Ruang Flamboyan Rsud Brebes. Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(6).
Ariyani, D. C., & Susilo, R. (2020). Gambaran Persepsi Dan Kepercayaan Pasien Fraktur Yang Berobat Di Pengobatan Tradisional Batra Al-Qaromah Di Desa Cirahab Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.
Bupu, H., & Longa, M. K. (2023). Studi Etnomedisin Dalam Pengobatan Tradisional Patah Tulang Bagi Masyarakat Etnis Ngadha, Kabupaten Ngada-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Beta Kimia, 3(1), 1–16.
Coleman, J. S. (1990). Foundations Of Social Theory. Harvaerd University Press.
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif Dan Campuran (Edisi Keempat). Pustaka Pelajar.
Fadhila, F. (2015). Pembiayaan Pada Metode Pengobatan Patah Tulang Tradisional. Jurnal Ilmu Keperawatan, 3(1).
Foster, G. M., & Anderson, B. G. (1986). Antropologi Kesehatan (Terjemahan). Ui Press.
Giana, K. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Pengobatan Tradisional Pada Pasien Fraktur Ke Sangkal Putung. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan Dan Kebidanan, 1(2), 1–9.
Hafizah, H. (2018). Persepsi Masyarakat Tentang Pengobatan Tradisional Dan Mistik Di Nagari Suayan Tinggi Kecamatan Suayan Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah, 1(2), 15–23.
Hiliya, S. (2016). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Keterlambatan Berobat Pada Pasien Patah Tulang Di Rsu. Pirngadi Medan. Jurnal Keperawatan Flora, 9(2), 94–109.
Hurmaryanto, F. O. (2019). Pengaruh Faktor Status Sosioekonomi Terhadap Pemilihan Penanganan Pasien Patah Tulang Tertutup Komplit Di Rsud Raden Mattaher Jambi. Jmj, 7(2), 215–224.
Irawan, F. (2021). Penggunaan Ayat Alquran Dalam Pengobatan Alternatif (Studi Living Quran Pada Praktik Pengobatan Alternatif Patah Tulang Ustadz Sanwani Di Desa Mekar Kondang–Tangerang). Jipkis: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 1(1), 22–26.
Keytimu, Y. M. H. (2021). Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Pasien Fraktur Memilih Pengobatan Tradisional. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 987–993.
Kurnia, S. H. (2012). Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pasien Patah Tulang Berobat Ke Pengobatan Tradisional Ahli Tulang Di Sumedang. Students E-Journal, 1(1), 31.
Kusbari, F., & Sitompul, D. M. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Negleted Fracture Pada Pasien Yang Memilih Treatment Bone Setter Di Rsud Hm Rabain, Muara Enim Pada Januari 2021–Desember 2022. Mesina (Medical Scientific Journal), 4(1), 8–15.
Lontoh, A. N. N., Pratiknjo, M. H., & Mamosey, W. E. (2022). Pengobatan Tradisional Patah Tulang Di Kelurahan Manente Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Holistik, Journal Of Social And Culture.
Maelissa, S. R., Lesilolo, O. F., & Molle, L. P. (2020). Persepsi Pasien Fraktur Terhadap Terapi Non Farmakologi Topu Bara Di Negeri Waai. Molucca Medica, 32–37.
Monica, R., & Hidir, A. (2019). Pengobatan Tradisional Patah Tulang Di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa (Jom) Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 6(2), 1–15.
Pudyastuti, R. R., Kariyadi, K., Dunggio, A. R. S., Setyowati, S. E., & Horhoruw, A. (2022). Pengobatan Patah Tulang Bara Api “Talou” Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 8985–8995.
Purnaning, D., Taufik, A., & Zulkarnaen, D. A. (2020). Penyuluhan Penanganan Tepat Kasus Patah Tulang Pada Masyarakat Di Desa Senggigi. Prosiding Pepadu, 2, 129–131.
Rachman, A., Ilmi, B., & Mulyani, Y. (2020). Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien Dalam Penanganan Patah Tulang Dengan Ba’urut. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 5(1), 164–174.
Safitri, D. E. (2022). Faktor-Faktor Yang Meyebabkan Pasien Patah Tulang Rsud Dr. Rm Pratomo Bagan Siapiapi Berobat Ke Pengobatan Tradisional Patah Tulang Sinse. Sehat: Jurnal Kesehatan Terpadu, 1(1), 48–59.
Saleh, S. (2017). Analisis Data Kualitatif.
Slam, S. T. A. I. (N.D.). Desain Penelitian Studi Kualitatif Creswell. Kompilasi, 1.
Sovia, S., Daryono, D., Mashudi, M., & Dewi, D. S. (2020). Determinan Pemilihan Pengobatan Pasien Fraktur Di Rsud Raden Mattaher Jambi Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1), 207–212.
Syabariyah, S., Imran, I., & Nurlah, R. B. (2016). Tinjauan Pola Pengobatan Yang Dilakukan Pengobat Tradisional (Batra) Pasien Patah Tulang Di Kota Pontianak. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 7(1), 34–45.
Umar, A., Damansya, H., Hasanah, N., & Monoarfa, V. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Pengobatan Tradisional Pada Pasien Fraktur Ke Sangkal Putung Di Sidomulyo Selatan. Jurnal Keperawatan Sisthana, 5(1), 54–61.
Umboh, J. C., Wagiu, A. M., & Lengkong, A. C. (2021). Gambaran Health Belief Model Pada Penanganan Fraktur. E-Clinic, 9(1).
Utami, M. N. (2015). Faktor-Faktor Pemilihan Pengobatan Tradisional Pada Kasus Patah Tulang. Jurnal Agromedicine, 2(3), 339–342.
Wahyu, H., Panzilion, P., Lina, L. F., & Sentris, E. (2020). Pengetahuan, Sikap, Tindakan Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pencarian Pengobatan Patah Tulang. Avicenna, 15(3), 374592.
Wijaya, M. M. (2016). Persepsi Pasien Fraktur Tentang Pengobatan Alternatif Di Cimande Ciputat Tangerang. Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yuliani, E., Maryuni, S., & Martini, M. (2020). Hubungan Faktor Ekonomi Terhadap Pemilihan Pengobatan Pasien Fraktur. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (Jikpi), 1(2).
Zakaria, M. M., Mahzuni, D., & Septiani, A. (2019). Pengobatan Alternatif Penyakit Tulang Studi Kasus Kearifan Lokal Para Terapis Penyakit Tulang Di Wilayah Jawa Barat. Patanjala, 11(3), 291764.
Zubir, Z. (2019). Dukun Patah Tulang Dan Obatan Tradisional Di Nagari Koto Anau, Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat Tahun 1960-2012. Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 7(1), 61–78.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Juliani Simanjuntak, Fitri Handayani Siregar, Sri Muri Dasa Wardhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












