Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC

Authors

  • Amelia Universitas Negeri Palangka Raya
  • Jasiah Universitas Negri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.59435/jimnu.v4i2.671

Keywords:

Kurikulum, KBC, Pendidikan Karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.  

 

This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah. (2017). PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN YANG MENGAKTIFKAN SISWA. 1(1). https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.33650/

Ahunaya, D., Purba, G. R., Sari, I. P., Khairunnisa, R., Aulina, P., Lubis, U., Yusnaldi, E., Negeri, I., & Utara, S. (2025). Peran Media Digital Dalam Pembelajaran Kompetensi Fakta dan Konsep Pada Mata Pelajaran IPS SD/MI. Jurnal Mudabbir, 5, 200–211.

Amelia, N., & Dafit, F. (2023). Strategi Guru dalam Menanamkan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(1), 142–149. https://doi.org/10.23887/jipp.v7i1.59956

Azizah, M., & Fauzi, F. (2022). Pendidikan Karakter Dalam Pembaruan Pendidikan Islam (Studi Atas Pemikiran Azyumardi Azra). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(03), 759. https://doi.org/10.30868/ei.v11i03.2559

Bakar, A., Prastyo, A. T., Dawiyah Binti Ismail, A. ’, Syamsul Arifin, M., Inayati, I. N., & Himmatin, U. (2025). Transformative Islamic Religious Education Model for Muslim Student Minorities at Madrasah Aliyah in Bali. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(1), 2025. http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jpai

Erni, Artis, & Rahman. (2024). Sinergi International Journal of Islamic Studies. Zakat Management Practices and Sustainable Development in Indonesia Erni1, 2(1), 24–37.

Fitriyah, Bisri, M. (2023). Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Keragaman dan Keunikan Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan Dasar, 9(2).

García-Moya, I., Brooks, F., & Moreno, C. (2020). Humanizing and conducive to learning: an adolescent students’ perspective on the central attributes of positive relationships with teachers. European Journal of Psychology of Education, 35(1), 1–20. https://doi.org/10.1007/s10212-019-00413-z

Handayani, P., Iqbal, M., & Kusaeri. (2023). Pedagogical Content Knowledge Guru Pendidikan Agama Islam. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(1), 157–165. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jipp.v7i1.49929

Kementrian agama islam RI. (2025). PANDUAN KURIKULUM BERBASIS CINTA (Vol. 6077, pp. 306–312).

Lustin, D. A., & Ali, M. (2022). Pendidikan Karakter Menurut Azyumardi Azra dan Buya Hamka. Arsyadana, 1(2), 13–22.

Misbah, M., & Jasiah, J. (2025). PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI MAD KELAS IX DI Misbah Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya minat dan motivasi belajar siswa . Dengan penyajian yang lebih interaktif , multimedia. Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU), 2(2), 1–14.

Moleong, L. . (n.d.). Metodologi penelitian kualitatif. Remadja karya.

Prayitno, G., Rahmawati, Auliah, A., Ari, I. R. D., Dinanti, D., Adrianto, D. W., Susanti, A. I., Prasetijo, K. T., Diswandi, & Atkinson, C. L. (2026). Social capital, human capital, and quality of life in rural Indonesia. Rural Society, 1656. https://doi.org/10.1080/10371656.2026.2624062

Ridwan, M., & Ahmad Syukri, B. (2021). STUDI ANALISIS TENTANG MAKNA PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA JENIS DAN SUMBERNYA ANALYTICAL STUDIES ON THE MEANING OF KNOWLEDGE AND SCIENCE AND ITS TYPES AND SOURCES. Geuthèë: Penelitian Multidisiplin, 04(. 01), 31–54.

Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Tantangan dan Peluang Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digitalisasi. 2, 306–312.

Sugiono. (2021). Metode Penelitian Kuailitatif Kuantitatif dan R&B (3r ed). Alfabeta.

Sulaiman, S. (2021). Pendekatan contextual teaching and learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 12(1), 145–158. https://doi.org/https://doi.org/10.24014/potensia.v7i2.11744

Suleman, R., & Luneto, B. (2023). Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 1 Limboto. Jurnal Pendidikan Islam Dan Budi Pekerti, 5(1), 13–22. https://doi.org/DOI:10.58194/pekerti.v5i1.3365

Sutisna, D., Nurhayati, E., & Fauzi, A. (2022). Professional learning community dalam meningkatkan kompetensi guru. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(3), 455–466. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jipp.v6i3.48863

Tinggi Agama Islam Syekh Jangkung, S., Awan Setiawan, S., STAI Syekh Jangkung, Mp., Pai, G., Merdeka, K., Agama Islam, P., Pembelajaran, T., & Belajar, K. (2024). JIPMI Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah TANTANGAN GURU PAI MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. / Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 49–64.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan (Rahmatika). Yayasan Pustaka Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jaya.

Citations

Published

28-07-2026

How to Cite

Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC. (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU), 4(2), 107-111. https://doi.org/10.59435/jimnu.v4i2.671