Implementasi Pengurusan Harta Debitor Pailit Oleh Kurator Pada OHP Law Firm Di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.59435/jurdikum.v4i1.961Keywords:
Kepailitan, Kurator, Harta Pailit, Actio Pauliana, KreditorAbstract
Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pengurusan harta Debitor Pailit oleh Kurator pada OHP Law Firm Kota Medan serta penanganan terhadap harta Debitor yang telah dialihkan kepada pihak lain sebelum putusan pernyataan pailit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Oskar Hutagalung, S.H., selaku Managing Partner OHP Law Firm Kota Medan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan bahan hukum lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurusan harta pailit dilakukan melalui pemeriksaan tagihan Kreditor, identifikasi dan penelusuran harta, pengamanan aset, penilaian, serta pemberesan sesuai dengan tahapan kepailitan. Terhadap harta yang telah dialihkan sebelum putusan pailit, Kurator terlebih dahulu menelusuri transaksi dan menilai akibat hukumnya terhadap kepentingan Kreditor. Apabila pengalihan tersebut memenuhi persyaratan hukum dan menimbulkan kerugian bagi Kreditor, actio pauliana dapat ditempuh sebagai upaya pemulihan harta ke dalam boedel pailit. Namun, berdasarkan hasil wawancara, narasumber pada OHP Law Firm belum menangani perkara yang sampai pada tahap pengajuan gugatan actio pauliana.
Downloads
References
Akbar, J. (2025). Kewajiban kurator dalam pengurusan harta pailit, serta upaya hukum terhadap debitor yang tidak kooperatif. Jurnal Yuridis UNAJA, 8(1), 35–47. https://doi.org/10.35141/w92b9k31
Anandewi, M. M. S., & Sukihana, I. A. (2021). Actio pauliana sebagai upaya perlindungan terhadap kreditor dalam kepailitan. Kertha Desa, 9(11), 26–36.
Busroh, F. F., Khairo, F., & Zhafirah, P. D. (2024). The actio pauliana principle in Indonesian business law. Halu Oleo Law Review, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.33561/holrev.v8i1.104
Damayanti, N. K. D., & Kartika, I. G. A. P. (2024). Juridical review of the curator’s responsibilities in the management and settlement of bankruptcy assets. JURIDICA: Jurnal Fakultas Hukum, 6(1), 21–29. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v6i1.332
Herlina, H., Abbas, I., & Risma, A. (2024). Tanggung jawab hukum kurator atas pengurusan dan pemberesan harta pailit. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 1–14. https://doi.org/10.56087/qawaninjih.v3i2.375
Khaqiqi, M. I., & Elsina L., R. (2024). Actio pauliana sebagai bentuk perlindungan hukum bagi kreditur kepailitan. Journal Evidence of Law, 3(2), 238–250. https://doi.org/10.59066/jel.v3i2.756
Manik, C. T., Sunarmi, Harianto, D., & Sukarja, D. (2024). The role of the curator in managing bankrupt assets in relation to actio pauliana lawsuits. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 4(3), 107–115. https://doi.org/10.56128/jkih.v4i3.400
Melatiningsih, F. N., & Wahjoeno, D. (2024). Tugas, peran dan tanggung jawab kurator atas harta boedel pailit debitor. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 2771–2780. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6490
Nadirah, I. (2022). Penerapan asas actio pauliana dalam penyelesaian perkara kepailitan (Studi Putusan No. 1 Actio Pauliana/2018/PN.Niaga Mdn). Seminar Nasional Hukum, Sosial dan Ekonomi, 1(1).
Najah, L., Nurhasanah, V., Rayana, N. A., & Sapitri, N. (2023). Analisis actio pauliana sebagai upaya kurator dalam kepailitan kasus penyitaan rumah oleh bank studi kasus: Penyitaan rumah oleh bank. Diponegoro Private Law Review, 7(2), 122–141.
Rasji, R., Saly, J. N., & Widyastuti, S. (2023). Juridical analysis of creditor protection related to the transfer of property in bankruptcy proceedings by debtors. Journal Research of Social Science, Economics, and Management, 3(1), 22–35. https://doi.org/10.59141/jrssem.v3i1.505
Romadhan, M. R. R., & Suprapti, D. D. (2024). Actio pauliana in bankruptcy cases and their legal effects (Case study of Supreme Court Decision No. 388 K/Pdt.Sus-Pailit/2014). Annual Review of Legal Studies, 1(2).Article 4096. https://doi.org/10.15294/arls.vol1i2.4096
Siahaan, A. H., Habeahan, B., & Sidauruk, J. (2022). Analisis yuridis upaya hukum actio pauliana terhadap debitor yang menghibahkan harta kekayaannya sebelum pailit berdasarkan UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Nommensen Journal of Private Law, 1(1).
Sirait, C. B., & Wardhana, M. (2026). Analisis yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor 15 PK/Pdt.Sus-Pailit/2021 terkait actio pauliana dalam kepailitan. Indonesian Journal of Contemporary Law, 3(3).
Wijaya, G. P., & Hariyanto, D. R. S. (2023). Pengurusan dan pemberesan harta pailit: Bentuk kewenangan dan perlindungan kurator. Kertha Semaya, 11(8), 1868–1879. https://doi.org/10.24843/KS.2023.v11.i08.p10
Zubaedah, R., Affandi, I., & Panjaitan, M. M. M. (2022). Pengalihan harta kekayaan debitor pailit tanpa sepengetahuan kurator dan akibat hukumnya. Jurnal Meta-Yuridis, 5(2), 15–29. https://doi.org/10.26877/m-y.v5i2.12519
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Senny Kristina Putri Sitorus, Adlin Budhiawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












