Pendidikan Agama dan Keagamaan

5 Items

All Items

  • Beragam Metode Pembelajaran Dalam Pendidikan Multikultural

    Arif Muzayin Shofwan, Fuad Ngainul Yaqin

    Keberhasilan dalam pembelajaran tergantung pada metode yang digunakan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas beragam metode pembelajaran pendidikan multikultural. Teknik analisanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah data yang sesuai dengan fokus penelitian. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa metode untuk mengintegrasikan materi pembelajaran pendidikan multikultural, antara lain: (1) motode kontribusi  diimplementasikan pada peserta didik TK dan SD kelas bawah (I, II, III); (2) metode aditif diimplementasikan pada peserta didik SD kelas atas (IV, V, VI) dan SMP yang sudah mulai mampu memahami makna; (3) metode transformasi diimplementasikan dalam melihat konsep, isu, tema, dan problem dari beberapa perspektif dan sudut pandang etnis; (4) metode aksi sosial diimplementasikan untuk peserta didik dalam melakukan kritik sosial, membuat keputusan, memperoleh pendidikan politis, menjadikan peserta didik reflektif dan partisipan terlatih dalam perubahan sosial. Selain itu, ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan multikultural, antara lain: metode pembiasaan, metode keteladanan, metode pemberian ganjaran, metode pemberian hukuman, metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, dan lain sebagainya. Seorang guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran bisa berjalan maksimal.

  • Bullying Di Sekolah Dan Pemecahannya Menurut Teori Belajar Sosial Albert Bandura

    Yuriko Pulung Nugroho, Zulfa Hafidzah, Novia Firdayanti

    Bullying merupakan permasalahan signifikan dalam dunia pendidikan yang berdampak buruk pada kesejahteraan fisik, mental, dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying di sekolah berdasarkan teori belajar sosial Albert Bandura, yang menekankan pengaruh observasi dan imitasi terhadap pembentukan perilaku. Metodologi yang digunakan adalah library research dengan mengkaji berbagai literatur relevan, termasuk teori belajar sosial dan data empiris terkait bullying. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor penyebab bullying, seperti pengaruh lingkungan, media, dan pola asuh, serta menawarkan solusi praktis. Pemecahan mencakup pengawasan konten media oleh orang tua, keteladanan guru, penguatan nilai agama, dan penciptaan lingkungan keluarga yang harmonis. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan preventif dan kuratif, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.

  • Pluralisme Agama Ditinjau Dari Perspektif Kristen Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK)

    Lasmaria Nami Simanungkalit, Damayanti Br. Hombing

    Siswa yang merupakan umat Kristen harus mampu menjadi perwakilan Tuhan yang membawa perdamaian dan kesatuan ditengah-tengah masyarakat majemuk yang memahami perbedaan dan persamaan. Perspektif Kristen mengenai pluralisme agama berpijak pada sikap secara teologis-etis jemaat Kristen, hal ini terlihat dipengajaran pendidikan agama kristen. Pluralisme agama menawarkan toleransi antar umat beragama namun memunculkan persoalan baru ditengah agama yang ada. Pluralisme agama memuat aliran kebenaran relatif. Perspektif ini cenderung mengganggap bahwa agamanya paling baik dan benar sehingga menimbulkan kesombongan dan arogansi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur atau kepustakaan. Melalui pendidikan mengenai pluralisme, diharapkan siswa dapat memahami, merangkul, dan mengadopsi sikap yang sesuai terhadap keberagaman ditengah masyarakat yang majemuk. 

  • Supervisi Pendidikan Berbasis Teknologi Untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Inovatif

    Mukaramah, Rahmaniah, Syahrani

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam praktik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas supervisi berbasis teknologi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam supervisi, seperti penggunaan platform digital, aplikasi monitoring, dan komunikasi daring, mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pembinaan guru. Selain itu, supervisi berbasis teknologi mendorong guru untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan, serta pengembangan sistem yang berkelanjutan agar supervisi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan optimal.

     

  • The Role Of Nalanda Students As Buddhist Religious Education Teachers In Influenced Buddhist Pancasila Values

    Ratna Pudi Chinsia, Ida Ayu Gde Yadnyawati, Sulan

    The background of this study is based on the increasing tendency of deviant behavior and delinquency among elementary school students, which demands an early approach to character education. Nalanda students who serve as Buddhist Religious Education teachers have a strategic role in shaping the character and behavior of students through the internalization of Buddhist Pancasila values, which are expected to prevent potential delinquency and foster students who are morally and spiritually grounded. This study aims to analyze the roles, effectiveness, and strategies employed by Nalanda students in instilling Buddhist Pancasila values in elementary schools as a preventive effort against juvenile delinquency. This research applies a qualitative approach with a descriptive method. The study was conducted at Mutiara 17 August Elementary School, Edelweiss School, and Bina Pelita Bangsa Elementary School. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving Nalanda students, principals, and homeroom teachers in five elementary schools. The data analysis technique employed was the interactive model of Miles and Huberman. The results reveal that Nalanda students act as value educators by instilling principles such as loving-kindness (mettā), responsibility, discipline, and respect for parents and teachers. The strategies used include role modeling, habituation in Buddhist spiritual practices, integration of values in learning, and personal approaches to students. The effectiveness of these roles is reflected in students' behavioral changes, such as becoming more orderly, polite, and the declining incidence of violations and social conflicts. The role of Nalanda students as Buddhist Religious Education teachers has proven to contribute significantly to the prevention of juvenile delinquency through character education based on Buddhist Pancasila values.